ganti kulit

Siapa bilang ganti kulit tidak sakit, apalagi kalo gak tahu apa penyebabnya, bisa ampe meriang lho. Well, itu yang terjadi sekarang. Lambat laun ternyata aku mulai bermetamorfosis, seperti kegelisahanku setahun lalu. Setelah mengurangi jam terbang selama 4 bulan, bersembunyi di balik desk redaksi, kini aku benar-benar melepas diri dari perusahaan media.
Tidak ada yang salah dengan proses. Ini hanya semacam pergantian rencana ke depan saja. Kalo ditanya apa rencanaku saat ini, aku belum bisa pastikan. Semua masih berlipat-lipat tidak tersusun rapi. Ada banyak pemikiran, ada banyak strategi, tapi waktu juga lah yang punya peran penting di sini. Dia satu-satunya pihak yang tidak bisa diajak kompromi soalnya. Begitu berkuasanya dia terhadap realisasi rencanaku, sampai-sampai rasa patah hati sekalipun hanya dia yang bisa mengobati, yang lain cuma pengalih rasa sakit saja.
Waktu. Aku mencoba berdamai dengannya sekarang, aku kalah dengan waktu. Sabar adalah teman dekatnya, dan aku kemarin sudah berani berkenalan dengannya. Agak canggung memang, tapi masih bisa kupasang wajah wajar di hadapannya. Tak kubiarkan dia tahu aku benar-benar takluk saat ini.
Beberapa temanku pun sepertinya mulai tercerabut juga seperti aku. Beberapa pertimbangan telah berhasil menarik minatnya.
Dunia jurnalistik sudah tidak menarik lagikah? Tidak juga,,, menurutku dia tetap gagah dan seksi. Kan aku sudah bilang kalo terjun ke dunia jurnalistik itu seperti menjerumuskan diri dalam lembah hitam dan dalam, gak akan bisa berhenti. Writing and reporting tetap menjadi hobiku yang mahal sekaligus merangsang. Tapi, cara pandang mungkin yang sudah mulai berubah. Seiring waktu berjalan, aku semakin bisa melihat lebih luas lagi dan sedikit lamban bereaksi.
Sekarang aku mengerti kenapa Iwan Fals pasca kehilangan Galang cuma buat album lagu-lagu cinta. Ada perubahan cara pandang dalam melakoni hobinya, menyanyi. Kekritisan dan kepekaan sosialnya tidak hilang, hanya berubah wajah, bermetamorfosa. Toh, suaranya tetap seksi, iramanya enak dan menyentuh hati, album juga laris manis tak berkurang. Tapi dia butuh lebih banyak cinta dan kedamaian sekarang. Keras dan membabi buta tidak lagi menjadi gaya yang menyenangkan dan memuaskan hatinya.
Aku pun tetap menulis. Aku tetap reportase dari lapangan. Tidak mungkin bisa berhenti begitu saja. I’m a writer, of course. Hanya itu yang tidak akan pernah bisa direbut orang, HASRAT. Tapi medianya saja yang berubah. Aku tidak perduli. Selagi tulisanku bukan untuk konsumsi rayap dan besi tua, aku akan tetap fine-fine saja.
Kini kita coba tantangan baru. Nantilah aku kasih tahu dimana aku berada. Sekarang, cukup sekian dulu ya. Aku mau menata rencana yang terlipat-lipat itu tadi termasuk buat jadwal Karo Tour ama kawan-kawan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s