budaya

Lagu Kebanggaan Indonesia

Beberapa waktu lalu, saya menonton acara Oprah Winfrey Show di salah satu stasiun televisi swasta. Hari itu ditayangkan edisi ulangan tak lama Barack Obama terpilih sebagai presiden Amerika Serikat. Kebetulan saya belum pernah menontonnya, jadilah sejam kemudian saya tidak kemana-mana untuk melihat tayangan dari host terkaya di dunia itu.

Saya cukup terkesan dengan pengemasan acara bertema nasionalisme yang sungguh baik dari sisi dunia showbiz. Barack Obama yang dielu-elukan mayoritas masyarakat Amerika Serikat sangat kental terasa pada sesi itu. Bahkan pada akhir acara 5 orang artis kenamaan Amerika Serikat;  Seal, Faith Hill, Bono, Mary J Blige, Will I Am, menyanyikan lagu pop bertema kebanggaan atas negeri mereka yang indah seiring terpilihnya presiden berkulit hitam pertama di negeri Paman Sam itu.

Terlepas suka atau tidak suka pada sosok Barack Obama atau Oprah Winfrey, atau artis-artis tadi, yang ingin saya fokuskan adalah pengemasan showbiz dalam bingkai nasionalisme yang propagandis. Bayangkan, acara seperti itu ditonton oleh seluruh penonton The Oprah Winfrey Show di seluruh dunia, kapan pun ingin diputar oleh stasiun televisi pemegang hak siarnya. Lagunya pun bisa diunduh melalui situs internet kapanpun dan dimanapun. Seremoni penyambutan harapan baru seorang Barack Obama kepada warga Amerika Serikat ditonton oleh warga Medan seperti saya, yang dari segi jarak dan waktu sangat jauh.

Saya bukan ingin membangga-banggakan Amerika Serikat dengan Barack Obama-nya itu. Saya cuma teringat presiden kita saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Seiring dengan terpilihnya sebagai presiden Indonesia di zaman reformasi ini, ia mengeluarkan album musik. Bedanya, di album ini SBY justru tampil sebagai artisnya. Ia memperdengarkan suaranya dengan lagu balada dimana pembuatannya dibantu oleh sejumlah artis ternama ibukota. Sayangnya, menurut sejumlah media massa lagu ini tidak laku meskipun di-copy terbatas, tetapi saat peluncuran sangat heboh karena penuh komentar miring.

Lagu bapak presiden kita ini gagal sebagai lagu kebanggaan Indonesia. Ada beberapa faktor yang mungkin masuk akal menjadi penyebab lagu Pak SBY tidak digemari masyarakat pemilihnya. Pertama, kurang promosi. Kedua, lagu-lagunya tidak enak. Ketiga, SBY tidak sepopuler yang dipikirkan orang-orang.

Secara pribadi, saya memilih yang faktor kedua dan ketiga sebagai penyebab utama. Secara kualitas, album  lagu SBY tidak menarik sama sekali. Saya pernah dengar di televisi saat peluncuran akhir Januari 2010 lalu. Kepopuleran SBY tidak serta merta mendongkrak penjualan album yang justru sudah memasuki kali ketiga di tahun 2010 kemarin.

Meskipun lirik ditulis sendiri oleh SBY dan sangat bertema optimisme dan nasionalisme, namun album itu sejujurnya banyak ditentang oleh para pengamat sosial dan politik tanah air. Salah satunya menilai bahwa SBY tidak peka sosial, karena mengeluarkan album di saat banyak persoalan politik dan sosial sedang pelik, bukannya mengurusi solusi tapi malah sibuk di dapur rekaman.

Ah, saya setuju pada penilaian itu. SBY memang tidak peka sosial, dan gagal peka budaya. Karena meskipun sedikit, ada harapan seharusnya album itu bisa menjadi lagu kebanggan Indonesia. Saya merindu munculnya lagu-lagu senada dengan motivasi patriotisme dan optimisme berbangsa, seperti lagu Rumah Kita yang dicipta oleh God Bless yang dibawakan bersama-sama dengan Indonesian Voice, atau lagu Gebyar-gebyar  yang diciptakan Gombloh dan dinyanyikan oleh artis-artis Indonesia era 1980-an. Di era 2000 ada lagu Merah Putih oleh Coklat Band yang diciptakan oleh Eros SO7.

Terbukti, lagu-lagu tersebut jika dikemas baik dan turut mengkampanyekan ke-Indonesiaan penduduk negeri ini, bisa laku keras di pasaran. Saya jadi teringat lagu lawas milik Koes Plus, Kolam Susu yang ternama itu. Liriknya berisi kebanggaan seorang anak negeri akan indah dan kayanya Indonesia, berbeda dengan sekarang. Mungkinkah optimisme dan kecintaan akan bangsa sudah kian memudar, sehingga lagu-lagu yang tercipta justru hanya seputar perselingkuhan yang humanis?  (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s