celotehku dulu (2008)

bujang (25/3)

amplas bujang. betapa gak, kena macet setengah jam. padahal jarak tempuh jalan kaki cuma kurang dari 10 menit. kenapa gak jalan aja katamu??? well, liat dunks kondisi jalannya yang gak ada pedistrian. jalur ancur nan sempit harus bersaing dengan bus segede gajah dan angkot antar kota yang gak tau aturan. sialnya lagi nih yah aku harus saban pagi melewati neraka itu. yah cuma atas nama mekanisme. bujang gak itu?

lonely (23/3)

sepuluh tahun lalu sewaktu aku sma kelas 2 aku berada di tempat ini juga, menonton konser band metal. sendiri. kini aku ada di sini juga melakukan hal yang sama, nonton konser favorit aku Bondan Prakoso featuring Fade 2 Black. just the same like ten years ago, lonely. mungkin aku diciptakan hanya untuk sendiri. hiks..hiks… but it’s ok, sepadan kok dengan yang aku rasa. totally for may self, all of all. chemistry dahsyatnya performa Bondan dkk malam itu semua-muanya buat aku seorang. he.. he…

pohon (26/3)

mataku kepentul ama dua pohon berdaun jarang di depanku. sebuah kolam mini dikelilingi padang rumput menambah eksotis rupa pemandangan di depan sana. pohon itu cantik sekali, anggun dengan kerampingan cabang tak beraturan tapi rangkum. apa pohon sadar dirinya anggun atau cantik, seperti juga bunga? apa mereka berusaha mendandani diri seperti manusia? beberapa kali aku memperhatikan pohon yang begitu anggun dan sejuk jika dipandang berlama-lama. bila diibaratkan dengan manusia, yah keibuan gitu.

pernah aku melihat sebuah situs yang memuat gambar pohon-pohon ek eksotik raksasa yang berusia puluhan bahkan ratusan tahun. sayangnya aku tak ingat nama situsnya. tapi yang jelas bagus banget. well, inilah ciptaan Tuhan. Thanks God aku bisa menikmati. lagu Enya still on air. tebak dukns aku dimana? yup, aku berada di belakang perpus USU, menenangkan pikiran. moga Tuhan membuka hati dan pikiranku yang lagi kalut. Amin.

keliru (27/10)

inilah yang kusebut kebodohan tiada tara. aku dah telat pergi peliputan ke pelantikan kpud kabupaten/kota di hotel madani medan tapi ternyata hp-ku tinggal di meja makan rumah. padahal aku dah naik angkot ke brayan. udah? turunlah aku di rel, dan balik ke rumah. bukannya naik angkot (saat ini aku udah mulai utang2 gitu, maklum tanggal tua), aku malah nyetop becak dayung yang kebetulan lewat di muka hidungku tanpa pikir panjang lagi.

jadilah aku naik becak dengan ongkos Rp5 ribu pulang pergi ke rumah dan ke brayan. begitu becakku lewat rel mau ke arah rumah, lewatlah angkot wampu mini dengan santai dan sekonyong-konyong pergi meninggalkan aku di dalam becak sambil menyesali diri. tiba di rumah, hp – seperti dugaanku di atas meja makan- langsung kusambar dan melesat balik ke becak. ehh rupanya ntu becak malah lagi dibetulin. nunggu lagi deh.

ahh, seharusnya aku buru-buru bangkit dari tempat tidur saat terbangun pas pukul 07.07 WIB tadi. miss late bukanlah kutukan sehingga susah hilang, tapi mentalkulah yang bloon ini melanggengkan kebiasaan menelatkan diri. sepele dengan waktu, waktupun cuek gak mau menunggu… Huuhh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s