just another feel

Aku pernah menuliskan sebuah optimisme cinta pada awal menulis buku diary baru pada 2003 lalu. Begini bunyinya : “Cinta itu begitu kuat bila kita membiarkannya tumbuh subur dan merawatnya. Dia akan membawa kita pada takdir yang seharusnya. Kesetiaan dan berpegang teguh pada harapan, memerlukan waktu yang lama dan juga pengorbanan. Tapi jangan kau lepaskan perasaan yang kuat itu, yang telah kw rawat dan pertahankan untuk diyakini. Sebab, dia tidak akan menyesatkanmu. (26 Nov ’03)”.
Sejak keyakinan itu muncul di hatiku, semua keraguan bisa mencair menjadi sebuah pelumas bagi mesin semangatku. Aku yang telat mengenal asmara dan lelaki akhirnya mulai mengejar kisah cintaku. Di luar kendali, jadi membabi buta. Semangat itu menafikan bahwa realita kadang tak seindah yang diharapkan. Istilah ‘cinta tidak harus memiliki’ yang pernah kuhilangkan dari perbendaharaan teori-ku, kini kusadari bahwa kondisi itu nyata adanya.
Tidak semua hal yang kita yakini sepenuh hati bisa terwujud. Aku pernah patah hati, dan kupikir cukup sekali saja. Rasanya benar-benar tidak enak. Tapi sungguh indah pernah mengalaminya. Aku jadi tahu bagaimana menata hati, harapan, dan mimpi yang hancur lebur. Dan kupikir, tidak akan pernah membiarkan istana hatiku yang telah direnovasi itu mengalami tsunami benak kembali. Tidak ada yang boleh melakukannya lagi. Sebab, patah hati bukan lagi menjadi wacana yang menghancurkan, karena aku punya sikap preventif yakni ikhlas dan sabar.
Cinta itu ibarat bangunan tempat kita tinggal. Jika dihancurkan badai, kita bisa membangun secepat yang kita bisa, dan berdirilah kembali rumah tempat bernaung. Akan selalu ada kehangatan dan cerita di dalamnya, walaupun bentuk bangunan beserta isinya tidak akan sama seperti yang dulu. Hanya ada 2 pilihan dalam persoalan cinta, mau bahagia atau bersedih? Dan aku memilih yang pertama, sambil mengucap mantra kepada cinta, ‘Tersenyumlah dan sambut jemariku. Pandanglah hanya aku seorang, lagi dan lagi….’

Satu pemikiran pada “just another feel

  1. Excellent story. Cinta sebenarnya selalu membawa bahagia. Tidak ada cinta yang tidak membahagiakan, selama cinta itu diartikan sebagai kasih, bukan eros. Kan pernah dengar tokh, tahi kambingpun terasa manis, kalau cinta sudah berbicara. Gunungpun akan didaki, lautanpun akan diseberangi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s