penyanyiku, pelukisku

…harmoni kehidupan, alam sutra,

                milik kita semua…

 

Itu adalah sebait lagu dalam jingle iklan komplek perumahan elit, Alam Sutra yang sering diputar di televisi (Metrotv). Iklan ini sangat menarik perhatianku bukan karena pilihan rumah mewah yg ditawarkan, apalagi soal harganya yang selangit-langit, tetapi karena lagunya, suara penyanyinya yang diiringi choir, sangat bagus.

Benar-benar suara yang luar biasa. Penyanyinya cowok, sangat bening dan khas. Aku membayangkan siempunya suara berwajah setampan suaranya. heheheheh..  Sempat terpikir itu suara Vidi Alviano yang juga bagus ketika pertama mengeluarkan single Nuansa Bening pada awal 2007 lalu, tapi lamat-lamat kudengar terlalu lembut. Kurang pas. Aku pun putar otak, adakah artis baru dengan suara yang sama. Aku ingin sekali melihat wajahnya. Siapakah orang yang empunya suara indah itu dan membuat aku kepayang. Itu cerita bertahun-tahun lalu, keluargaku juga tahu betapa aku mendamba si penyanyi ini. Wondering the person..

Aku bahkan sempat berpikir untuk menyuruh temanku yang di Jakarta untuk mendatangi kantor marketing Alam Sutra menanyakan siapa pemilik suara jingle iklan Alam Sutra di Metrotv. Tapi aku lalu urung niat karena aku pasti dikira gila. Di sisi lain, desakan dari dalam hatiku tentang sosok pemilik suara ini terus memburu. Dan pergulatan itu tidak mendapat solusi hingga bertahun-tahun kemudian.

Juni 2011, aku hijrah ke Jakarta. Niat melacak siempunya suara terngiang lagi, walau jingle iklan Alam Sutra sudah bukan suaranya lagi. (tak enak sama sekali penggantinya). Tapi kesibukan kerja dan tidak tahu harus memulai darimana membuat aku juga urung untuk melanjutkan pencarianku. Tapi keinginan untuk tahu siapa pemilik suara itu masih tersimpan rapi dalam benakku dan harus dipenuhi walau sampai kapan pun. Hingga akhirnya di suatu Minggu pagi di kos-ku, aku mendengar lagu rohani yang diputar ibu kos dengan sound great. Lagunya lumayan enak, dan… dan… aku seperti mengenal suara penyanyinya. Itu suara penyanyi Alam Sutra. Tidak salah lagi. Walaupun tidak ada referensi yang menyatakan  hal itu, namun aku mengenal suara indah itu dengan baik. Sengau-sengaunya, persis. Itu memang dia.

Ah, Tuhan betapa aku sangat bersyukur. Dia datang sendiri. Tanya-tanyaku terjawab sudah. Dia penyanyi lagu rohani, tidak heran. Soalnya nada dengan alunan diiringi Choir sudah mencerminkan. Hampir sebulan berlalu, aku masih menunda untuk menanyakan nama si penyanyi kepada ibu kos, karena alasan, agak malu bertanya tentang itu. Aku mau bilang apa? Ada beberapa penyanyi rohani yang diputar si ibu kos, aku mau bilang apa untuk mengidentidikasinya? Lagian setiap kali lagu itu diputar aku tidak menemukan sesiapa di dalam ruang tamu, masuk ke rumah ibu kos ntar digonggong anjingnya, Skuppi. Akhirnya tertundalah menanyakan nama si penyanyiku itu.

Tapi pagi kemarin, ketika lagu diputar dan menemukan si ibu kos lagi sarapan di ruang tamu, aku langsung memberanikan diri bertanya, walaupun ada segepok sampah dua hari di tanganku. Jantungku berdegub kencang tatkala si ibus kos bilang dia lupa siapa nama penyanyinya. Akhirnya, dia menunjukkan CD si penyanyi. Aduh, namanya GERSON REHATTA. Pria bertampang Raul Lemos, turunan Ambon. Usianya berkisar 40-an tahun dan gemuk. Bapak-bapak kalilah mukanya. Berbeda sekali dengan bayanganku yang mengira dia muda, kurus, dan putih.

Tapi itu tidak terlalu masalah, I found him, finally! Thanks the Lord for him. Gerson ternyata cukup dikenal dengan CD albumnya Bapaku yang Baik. Aku pun tidak mau kalah. Sepulang dari kantor aku ke Atrium dan membeli CD-nya seharga Rp40 ribu. Luar biasa, lagu-lagunya kini kumiliki. Suaranya kudengar tidak sebatas jingle berdurasi 1,5 menit dan harus setia menunggu iklan itu diputar kembali. Kini, ada 10 lagu rohani yang indah bisa kunikmati kapan saja. Seperti di saat aku menulis luapan perasaanku ini, sekarang.  Aku jadi punya sumber pembangkit mood baru lagi setelah percakapan dengan magnetku Sammy mulai dingin. Tuhan selalu punya rencan toh,,,  Tapi aku rindu pelukisku, dialog-dialog kita yang lara itu Sammy…  :)

Apa kabarmu?

*

Ahh, aku suka sekali dengan semuanya yang kudapatkan saat ini. Tuhan kasi aku hadiah kecil-kecil dan sangat berarti bagiku. Mulai dari barang laptop mini HP (si Hepi), kamera Canon DSLR ( si cokky), kacamata yang nyaman (si eny). Satu per satu keinginanku tercapai.  Namun satu yang belum, belahan jiwa-pasangan hidupku. Aku bakal dikasi gak ya dalam waktu dekat. Hehehehe… Aku sudah terlalu mendamba soal ini, bersama asmara dan mesra. Berbagi rasa dan tertawa bersama, suka dan duka. Duhh….

Cinta, dimanakah kau??

3 pemikiran pada “penyanyiku, pelukisku

  1. iyah mba sama aku juga suka soundtrack lagu ny itu comfort banget klo didenger,,
    memotivasi kita banget untuk buat kehidupan jadi lebih baik,,🙂
    btw thx untuk pencarian ny dan sekarang aku juga jadi tau siapa yang nyanyi lagi itu.🙂

    1. yup, apa yang dari hati pasti menyentuh hati kan.. sayangnya FB penyanyi kita ini sudah tidak ada up dating lg jd gak bisa komunikasi deh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s