Impian adalah Aku

Apa arti sebuah impian bagi pertumbuhan pribadimu? Pertanyaan ini menjebak sekaligus menyentak nalar kita yang selama ini dininabobokan oleh zona nyaman. Tanpa kita sadari, impian masa remaja yang berapi-api itu lamat-lamat terkikis realita yang kita hadapi, norma yang menyeret-nyeret nurani dan kesadaran kita. Bahkan ada orang yang sama sekali lupa pada impian yang sempat ditoreh dalam dadanya sanking tak ada tempat dalam memori dan sanubarinya lagi.

Hingga pada suatu ketika, tiba-tiba saja kita terjaga dan tahu-tahu sudah berada di suatu titik, tempat, dan bersama dengan orang yang ujuk-ujuk ternyata sudah lama bergelayut di lengan kita. Tidak sopan bertanya : kok aku di sini? kamu siapa? Ngapain bergelayut di tanganku?

Bukan hal yang menyedihkan jika pada suatu hari kita terjaga dalam realitas dan merasa asing dengan situasi yang ada. Lalu muncul kata biadap itu : SEHARUSNYA. Seharusnya aku tidak pakai baju ini, seharusnya aku tidak lewat di sini, seharusnya aku tidak bertemu denganmu, seharusnya aku melakukan ini melakukan itu. Seharusnya ada kisah di antara kita – sepenggal lirik Fifty-fifty Band berjudul Seharusnya. Orang banyak mengalaminya, karena itu bisa disebut NORMAL. Kehilangan mimpi itu normal, sobat. Menjaga mimpi dan mewujudkanya adalah LUAR BIASA. Ini suatu hal yang aneh dan kontradiksi sebenarnya, bermimpi atau punya cita-cita dianggap wajar, tapi giliran mewujudkan mimpi dikata luar biasa. Sesulit itukah manusia meraih keinginan tertingginya, MIMPI??

Kembali pada pertanyaanku tadi, bagaimana impian mempengaruhi pertumbuhan pribadi kita? Menurutku sih, tidak ada kata terlambat bagi mereka yang masih menyesah nafas. Kesempatan datang selama matahari masih berputar pada porosnya. Silakan ambil kesempatan di bawah matahari, pakai otakmu, jalankan instingmu, pancarkan pesonamu, raih mimpimu. Tuhan beserta kita. Amin. ^_^

Well, berhubung ini bukan doa, dimana biasanya setelah kata AMIN maka semuanya usai, maka tulisan ini dinyatakan masih belum selesai. Tadinya aku mau curhat soal bagaimana aku menjaga mimpiku setiap detik dan mencuri-curi kesempatan untuk memberinya makan di sela-sela kesibukan dan pekerjaanku yang JAUH SEKALI dari IMPIANKU. Aku hidup bersamanya, tidur dan menyepi untuk sesekali bercakap-cakap dengannya. IMPIANKU adalah AKU. Berdialog dengan diri sendiri hampir sama nikmatnya bercinta dengan orang yang kita taksir. Romantis, sendu, dan kadang mengebu-gebu. Kalian pasti bertanya-tanya, apa sih impianku??? Kasi tau gak ya ^_^

Yang jelas bukan menikah dengan orang yang dicintai, itu mah mauku. Impianku itu, Sesuatu. Ada, eksis, dan masih kujaga sebagai suatu keinginan luhur yang sangat kuhormati. Harapan untuk mewujudkannya membuat aku paham bagaimana menjadi orang yang setia dan optimis, meskipun aku masih gagal dalam kategori SABAR. Tapi aku mencintainya. Impian adalah aku. Itu saja! Mcuah…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s