confession

Gambar

 

Hai sayang,

Apa kabarmu? Ini adalah surat pertamaku padamu. Knp surat, sementara kita punya HP, BB, yang bisa menjangkau lebih cepat?

Well, dengan tulisan panjang aku bisa menyampaikan lebih banyak hal. Sembari mengingat dan merangkai kata buatmu. Aku kan penulis sayang. Walau aku tau kamu tidak akan membalasnya, coz surat ini mungkin tidak akan pernah kukirim padamu. Aku ragu, apakah ini akan berarti buatmu. Aku hanya ingin membuat pengakuan. Walau kita sudah putus selama 2 bulan ini, aku tidak pernah sekalipun berubah pikiran tentang mencintaimu. Aku tau kamu buruk kelakuannya, tapi siapa di dunia ini yang tidak punya perilaku buruk. Aku bohong bila kukata aku tidak perduli dengan kelakuanmu, dan jujur aku benci. Tapi aku bukan hadir sebagai hakim bagi hidupmu, aku cuma seseorang yang akan terus menegurmu agar berhenti melakukan hal-hal yang akan kamu sesali. Kau merasa terbebani dengan sikap bandelku yang terlalu mencampuri urusanmu, bawel. Tapi apa pernah terbayang olehmu aku melakukan ini dengan sukarela. Aku juga tidak suka mengurusimu, itu bukan sifatku. Kamu tahu aku perempuan autis yang hidup dalam keramaian manusia-manusia pemandu sorak. Aku selalu datang dan menatapmu karena sesuatu di luar logikaku menyuruhku melakukannya. 

Ketika kamu ingin berpisah, aku hanya bisa terdiam. Dalam hati aku bersorak, tidak ada lagi alasan aku mendekatimu. Tidak ada kerepotan memikirkanmu. Kamu menolakku. Bukan salahku jika sesuatu hal buruk terjadi padamu. I’m nobody for you anymore. Aku pun melepasmu dengan segala konsekuensinya.Kehilangan separuh jiwa bukanlah situasi yang enak, itu buruk. Tapi aku apa punya pilihan? Seperti saat dirimu dulu aku tembak, apa kamu punya pilihan menolakku? Aku mensabotase pilihanmu. Iya, atau selesai. 

Sayang, perpisahan ini masih menyisakan perih. Hei, bukankah kita selama ini memang terpisah jarak? Aku tidak tahu apa yang ku mau sekarang. Semuanya tampak abu-abu. Apakah ini suatu proses pelepasan diri? Apakah aku benar-benar ingin melepaskan diri darimu? Apakah aku sebodoh itu tidak bisa menentukan sikap? Kemana semua ilmu itu? Kemana semua kebijakan kata2 motivasi itu? Kemana semua damai sejahtera yang kupinta dari doa-doaku seumur hidupku ini? 

Luar biasa yang jatuh cinta ini da bah. Aku pun tidak yakin apakah ini yang dinama cinta? Karena dalam benakku, cinta tumbuh karena ada faktor x dan y bertemu dalam satu titik temu. Aku y dan kamu x, kenapa cinta tetap meraja sementara salah satunya kabur? Ini obsesi kurasa. Tapi apa lah yang kuobsesikan padamu. Secara kasat mata kamu tidak memiliki suatu apapun yang istimewa. Iya, awalnya aku suka senyum dan tawamu yang renyah, tapi kurasa itu bukan sesuatu yang istimewa lagi sekarang. Karena kemudian aku lebih suka mendengar suaramu ketimbang melihat senyummu. Kemudian, aku tidak lagi terlalu mengagumi suaramu, karena aku mulai lebih suka dengan matamu. Aku ingin melihat sinar matamu yang tajam ketika marah dan diam. Betapa jantungku berdegub kencang ketika kamu memelukku lembut lalu mencium bibirku penuh hasrat. 

Lalu aku sadar, kesulitan menemukan hal istimewa di dirimu tak lain karena semua hal di dirimu begitu istimewa, aku sangat suka. Aku menyukai betismu yang indah, suka dengan hidungmu yang mancung dgn setitik tahi lalat di ujungnya, yang selalu kau sentuhkan ke hidungku.

My God, how much I miss you beib….

Tahukah kamu, betapa kacaunya aku sekarang? Kita pacaran atau tidak, begitu menyakitkan. Apa aku boleh minta sama Tuhan agar aku mati saja? Aku tidak tau apa yg harus kulakukan sekarang. Aku seperti zombie. Zombie dengan cinta yang terpendam. 

Sekali lagi kutegaskan, tidak pernah ada penyesalan bagiku semua ini terjadi padaku. Aku yakin ini hanya sebuah fase dari seorang anak manusia yang bertambah usianya. Aku percaya manusia hanya sekali patah hati dan sekali jatuh cinta, dan itu bukan dengan orang yang sama. Aku sudah pernah patah hati, bertahun-tahun lalu. Lelaki itu sudah menjadi sebuah fosil dalam kisah hidupku, dan  kamu, kamu adalah lelaki yang membuatku jatuh cinta, hingga kini rasanya tetap sama. Menggebu. Once in a lifetime. 

Jika nanti, kita tidak ditakdirkan bersama, biarlah aku mematri sebuah aksara bernama cinta dengan inisial kita. D&G, Djen&Gun. Akan kusimpan dalam benakku terdalam, agar kunikmati manis pahitnya kisah kita, sendiri. Tanpa orang lain tahu, pun juga dirimu. Aku pernah mengejek orang2 yang tidak menikah dengan pasangannya, walau kodok pun tahu mereka saling mencinta. Kini aku tahu kenapa mereka menjalani itu, berpisah dengan belahan jiwa mereka, cinta sejatinya. Alasannya bahwa cinta tak harus bersatu, bahwa di dunia ini tak selamanya semua berjalan sesuai kehendak kita. Ada Sang Pencipta yang berkehendak, dan yakinlah itu adalah yang terbaik untuk semua. 

Aku bukan tidak berjuang untuk kita. Tapi aku tidak punya banyak energi untuk menopang kita, butuh dua orang untuk mengayuh perahu ini. Dan jika salah satu menyerah, tidak akan ada lagi harapan. Hanya doa-doa, yang dipanjatkan dalam kepasrahan dan sedikit kecewa. 

Sayang, i love you. Aku ingin memanjatkan ini berulang-ulang ke telingamu, menegaskan betapa besarnya perasaanku padamu. Betapa hanya pelukanmu yang sangat aku butuhkan untuk menyeimbangkan kegilaan dunia ini terhadapku. Pelukanmu adalah surga dalam semesta yang indah. Begitu banyak waktu yang berlalu tanpa ada kita di dalamnya. Jarak ini memang tidak bisa kupungkiri sangat menyiksa, tapi honey, aku hanya perempuan bodoh yang kesulitan menentukan prioritas. Seperti juga dirimu yang selalu mengaku labil. Kita bertumbuh bersama sayang, kamu dan aku. Ada perubahan mental dan spiritual yang menyebabkan semua ikut berubah. 

Sebelum kamu ada, aku adalah manusia mandiri yang tidak butuh siapapun untuk hidup. Setelah aku mengenalmu, aku disadarkan bahwa aku bukan diciptakan untuk kesepian. Aku, with or without you, akan selalu merasa hangat. Ada bara kecil yang akan selalu menyala di dalam hatiku yang tinggal separuh ini, cinta. Kamu, sadar atau tidak, akan selalu menjadi pematik nyala api cinta itu. Api itu aku beri namamu. Mr.G. 

Jaga dirimu baik-baik sayang. Kepercayaanku akan kesuksesan dirimu tetap ada. Namun sebagai manusia, aku tidak sanggup berkehendak, karena itu aku mundur, mohon diri. Biarlah Tuhan yang menjagamu. Dia lebih tau apa yang terbaik bagimu. 

I love you, I love you.

My sunshine, always….

 

Sahabatmu tercinta,

Djen

(Veteran 3, 20 Maret 2014)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s