feeling

(20/5)

pacar. aku belum juga punya pacar. ratusan mungkin ribuan versi pacar sudah kuhayalkan, doa-doa jodoh juga sudah kupanjatkan pada TYME. tapi aku belum juga punya pacar. aku ingin melupakan semua lelaki itu, dan hidup dengan kaulitas tinggi hanya untukku seorang (dan keluarga). apa bisa? mustahil. aku hidup dari dan untuk cinta. pusing lagi gara-gara hal begini. 

tadi pagi aku dikenai penglihatan ttg dua orang tua yang dimarahi orang muda. itu tindakan yang tidak sopan, dan rasanya hatiku perih menyaksikan itu. kenapa orang muda tega berbuat itu pada orang-orang yang sudah tua. apalagi, orang-orang tua itu diam saja dalam ketidakberdayaan mereka diteriaki orang muda. penglihatan ini sudah beberapa kali kualami, dan membuat aku teringat akan mamakku di rumah. apakah ini sebuah teguran yang mengingatkan bahwa orangtua adalah sosok yang harus kita hormati dan jaga. apakah mamak sedang jelek mood-nya, pikirannya sedang kalut? sejak bokap meninggal dia memang tidak lagi punya teman tukar pikiran yang berkualitas. apa dia kesepian? oh mamak, I love you so much. sungguh. hanya dia yang kumiliki di dunia ini. alasanku hidup sebenarnya untuk membahagiakan dia. cita-citaku yang sesungguhnya mengajak dia melakukan apa yang dia idamkan selama ini. makan di restoran terapung di Percut Sei Tuan, wisata rohani di Jerusalem. ah, dalam waktu dekat akan kurealisasikan saja. makan di restoran terapung, wisata rohani tidak usaha ke Jerusalem, cukup di TWI Dairi saja. bagaimana? akan kukumpulkan uang untuk itu. God help me. Amin.

wah, mikirin cowok jadi tidak berarti ketika aku memikirkan mamak. tanks God.

(26/4)

gurita itu mengancam lagi. dia bilang, rasa sepi lebih sakit ketimbang lapar. sok tahu, umpatku. tapi sudahlah, bagiku yang paling menyakitkan adalah rindu yang dibiarkan jadi bisu. itu yang terjadi sebulan belakangan ini. aku membiarkan rasa di hati, merana karena rindu, dengan mencumbu sosok hayalan. itu sangat menjengkelkan tahu! soalnya aku merasa dia juga rindu tapi pengecut. sudahlah. aku malas memikirkannya. sakit mataku. bagusan aku baca komik aja ampe bosan. for the rose, manthab,,,,,!!!

Satu pemikiran pada “feeling

  1. Helo Diana,

    Saya senang baca tulisan-tulisanmu, termasuk artikel di atas. Sama seperti Diana, saya sangat menyukai biografi dan perjuangan para perempuan. Saya menikmati tulisanmu tentang Rohana Kudus. Pejuang perempuan dari Sumbar. Itu sebabnya perlu terus didokumentasikan para tokoh perempuan zaman sekarang, supaya generasi liima puluh tahun ke depan, kisah mereka dapat dijadikan sebagai teladan, referensi di masa yang akan datang. Selamat buat blog yang great ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s